Belajar dan Bermain

Bermain dan Belajar
OPINI | 05 June 2010 | 08:33Dibaca: 227 Komentar: 4 1 Bermanfaat
Bermain adalah bagian yang terpisahkan dari kehidupan seorang anak. Saat cici bertanya kepada saya, “Daddy kenapa sih adult banyak tidak funnya…tidak seperti anak2??”. Belajar pun demikian adanya, tapi bukan hanya monopoli anak2…orang tua pun tetap belajar untuk menjadi lebih baik.

Suatu saat saya menyuruh boy untuk belajar….ehhh malah dia bilang: “Aku tidak suka belajar!!” Saat itu saya ingin sekali marah sama dia…tapi apa benar dengan marah akan menyelesaikan masalah, tanya saya sendiri. Saya teringat masa kecil saya dulu yang selalu disuruh belajar oleh mami. Rasanya stress banget karena yang terpikir adalah bakal kena cubitan atau pukulan dari mami kalau saya tidak bisa belajarnya. Jadi rasanya memang tidak salah kalau anak2 itu memang lebih memilih untuk bermain dibanding belajar.

Nah disinilah letak atau posisi kita sebagai orang tua dalam memecahkan masalah ini. Kita tentu ingin anak2 kita bisa berhasil dalam kehidupannya kelak. Berhasil disini menurut saya ada dalam 2 arti, yaitu akademisnya dan dalam menjalani kehidupannya sendiri. Bagi saya dan istri, kami mencoba dengan metode kami yang merupakan kombinasi dari pengalaman hidup kami. Baik yang kami dapat dari orang tua kami maupun dari mencari informasi yang bermanfaat. Kami menggunakan cara bermain sambil belajar. Apa bisa dengan cara bermain sambil belajar??

Slippery snake…S – S -S

Slippery snake…S – S -S

Start from the top and Slide around

Ini merupakan salah satu cara kami saat mengajarkan anak kami mengenal alphabet sembari dinyanyikan. Tentu saat kami menyanyikan bersama2 secara tidak langsung anak2 kami pun belajar.

Ini adalah bebereapa contoh ketika kami mengajak mereka bermain sambil belajar. Saat di jalan kami melihat berbagai macam angka….maka saat ada angka yang sedang kami ajarkan saya akan suruh dia untuk memberi tahu kami. Ketika saya mencuci piring…saya ajak mereka untuk membantu saya…sembari kita bernyanyi lagu Barney tentang working together is so fun. Menggunakan pisau atau gunting pun telah kita ajarkan kepada mereka semenjak mereka berumur 2 tahun. Kami suruh mereka untuk menggunting gambar apa saja yang mereka suka dari koran atau majalah dan mereka boleh menempelkannya di kertas sebagai hasil seni mereka. Begitu pula saat kami mengajak mereka bermain dengan pensil warna. Kami mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab untuk tidak menggunakannya di tembok. Ketika musim panas tiba kita sering mengajak mereka untuk bermain2 di pantai. Kami hanya membuat daftar dan mengecek ulang apa yang mereka telah siapkan, sedangkan tugas mereka menyiapkan apa saja keperluan mereka sendiri…dari baju bermain, baju ganti, sunscreen, handuk, topi dan sebagainya. Di pantai kami membiarkan mereka bermain pasir dan air dan membantu mereka membuat sand castle dari imajinasi mereka sendiri. Atau ketika kita malas ke pantai, kita cukup berpiknik ria di halaman rumah saja. Kami cukup menggelar tikar lalu membaca buku bersama2 di halaman rumah. Kita juga mengajak mereka membantu saat kita menanam bunga di halaman kami saat pergantian musim atau memetik buah dari hasil apa yang kita tanam musim sebelumnya. Di rumah pun telah kami siapkan berbagai macam mainan untuk menunjang mereka belajar. Dari berbagai jenis puzzle, buku2 bacaan, blocks/lego, sampai laptop untuk anak2 tapi yang pasti kami tidak menyediakan yang namanya playstation, gameboy atau sejenisnya.

Jadi sebenarnya…..mengajarkan anak baiknya dimulai dari bermain dahulu. Dengan bertambahnya usia mereka maka dengan otomatis mereka akan belajar hal lainnya lebih dalam lagi menurut kadar kedewasaan mereka sendiri. Namun peranan orang tua sebagai pembimbing tidak akan pernah berhenti sampai mereka benar2 siap untuk menjalani kehidupan mereka sendiri. Selama mereka masih dalam bimbingan orang tua maka tugas orang tua lah yang musti belajar dan terus belajar untuk bisa mendidik dan menjadi contoh yang baik sebagai pembimbing bagi anak2nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s